Contoh Teks Anekdot Singkat Beserta Struktur & Kaidahnya Lengkap






Apakah Anda pernah mendengar istilah mengenai contoh teks anekdot? Ya, anekdot sendiri merupakan cerita singkat yang mana di dalamnya ada unsur menyindir dengan sifat lucu ataupun humor. Ketika membahas anekdot tentu akan sangat kurang apabila Anda kurang memahami beberapa ciri, struktur, serta kaidah yang ada di dalamnya.

Anekdot sendiri bisa menceritakan pendidikan, sosial, pelayanan publik, politik serta lainnya. Tujuan anekdot yakni untuk menjadikan suasana lebih riang dan juga membangkitkan tawa bagi para pendengarnya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat beberapa contoh yang ada di bawah ini!

Contoh Teks Anekdot Lengkap dengan Strukturnya

Unsur-unsur Anekdot

Abstraksi
Suatu ketika aku dan temanku SMP sedang reuni di suatu tempat pameran.
Orientasi
Temanku yang bernama Dida ia terlambat ke pameran itu, karena ia terjebak hujan. Saat itu hujan deras. Dida menyapa teman-teman dan termasuk aku.
Krisis
Aku : “Hei did, apa kabar?” (sambil meraih tangan Dida yang sengaja mengajak salaman
Dida : “Iya baik, kamu Nul gimana?”
Aku : “Baik Did, masak lu sehat sih Did?”
Reaksi
Dida :”Iya baik Nul, emang gua kelihatan sakit apa?”
Aku :”Iya, cobak liat kaki lu, kecil amat, bandingin sama kaki gua”
Dida :”Kakimu sakit Nul? Kok kayak bengkak”
Aku :”Ini bukan bengkak, emang aku gendut”
Koda
Aku dan Dida tertawa

Contoh Teks Anekdot yang Singkat

Suatu ketika aku pulang sekolah, berjalan kaki. Ada seorang wanita cantik yang melihatku, ia juga sedang berjalan kaki Aku melihatnya dan dia melihatku.
Wanita cantik :”Adek…”
Aku :”Mbaknya (sambil terpesona melihat cantik wajahnya)”
Gubraaaaakkk suara tong yang tidak sengaja ditabrak aku sendiri.
Wanita cantik :”Tadi aku mau bilang ke adek awas ada tong, lihat jalan yang fokus ya dek”
Aku :”Aduh, iya mbak. Maaf ya mbak”
Wanita cantik geleng-geleng kepala.

Contoh Cerita Anekdot yang Lucu

Suatu hari aku beserta keluargaku pergi ke pantai, hari itu tepat hari libur. Jadi ramai pengunjung. Aku saat itu ingin pergi membeli camilan bersama adik sepupuku bernama Alfan.
Aku :”Fan, ayo beli itu” (telunjukku menunjuk pada tukang cilok yang berada agak jauh dari kami)
Alfan :”Ayo mbak”
Saat itu ramai sekali hingga aku memegang tangan adikku. Kita berjalan mengambil uang di atas dan bergegas untuk membeli cilok
Aku :”Bang, beli ciloknya 3 bungkus lima ribuan yaa”
Abang tukang cilok langsung mengambil pesanan cilok
Aku : ”Berapa bang?”
Abang: “15.000 toh neng”
Aku :”Ohiya, loh uangku kok 2000, dek pinjem uangmu dong”
Alfan :”Yelah mbak, bilang aja kalo mau minta bayarin”
Aku :”Heh,tau aja kamuu”
Alfan :”Dasaar”
Aku tertawa, sedangkan dia cemberut

Kini, selain kata pengantar apakah Anda sudah paham bukan dengan teks anekdot lewat contoh yang sudah disebutkan tadi?


/* */